Yang akan dibahas pada postingan kali ini adalah Global Code Of Ethics For Tourism, Green Globe, dan Deklarasi Rio...
Global Code Of Ethics For Tourism Global Code Of Ethics For Tourism dirancang sebagai dasar acuan untuk tugas dan tanggung jawab kelanjutan dunia pariwisata. Dan arti dari GCET itu sendiri adalah seperangkat arsip arsip yang dirancang untuk membimbing dalam pengembangan dunia pariwisata. Diadopsi pada tahun 1999 oleh World Committee on Tourism Ethics (WCTE), ada 10 kode prinsip atau pasal yang mengcover komponen ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan dari perjalan dan pariwisata, yaitu sebagai berikut :
Article 1: Tourism's contribution to mutual understanding and respect between peoples and societies
Article 2: Tourism as a vehicle for individual and collective fulfilment
Article 3: Tourism, a factor of sustainable development
Article 4: Tourism, a user of the cultural heritage of mankind and contributor to its enhancement
Article 5: Tourism, a beneficial activity for host countries and communities
Article 6: Obligations of stakeholders in tourism development
Article 7: Right to tourism
Article 8: Liberty of tourist movements
Article 9: Rights of the workers and entrepreneurs in the tourism industry
Article 10: Implementation of the principles of the Global Code of Ethics for Tourism.
Article 2: Tourism as a vehicle for individual and collective fulfilment
Article 3: Tourism, a factor of sustainable development
Article 4: Tourism, a user of the cultural heritage of mankind and contributor to its enhancement
Article 5: Tourism, a beneficial activity for host countries and communities
Article 6: Obligations of stakeholders in tourism development
Article 7: Right to tourism
Article 8: Liberty of tourist movements
Article 9: Rights of the workers and entrepreneurs in the tourism industry
Article 10: Implementation of the principles of the Global Code of Ethics for Tourism.
* Green Globe
Green Globe is based upon the Agenda 21 Plan which was originally endorsed by 182 heads of state at the Rio Earth Summit of 1992 and provided a set of principles for local, state, national and international action on sustainable development. This resulted in Agenda 21 for the Travel and Tourism Industry: Towards Environmentally Sustainable Development, which listed an action plan for a number of overall objectives for the industry.
The Green Globe Certification Standard consists of 41 criteria and 337 indicators. The main areas are:
- Sustainable Management (Implement a Sustainability Management System, Legal Compliance, Employee Training, Customer Satisfaction, Accuracy of Promotional Materials, Local Zoning, Interpretation, Communications Strategy, Health & Safety)
- Social / Economic (Community Development, Local Employment, Fair Trade, Support Local Entrepreneurs, Respect Local Communities, Exploitation, Equitable Hiring, Employee Protection, Basic Services)
- Cultural Heritage (Code of Behavior, Historical Artifacts, Protection of Sites, Incorporation of Culture)
- Environmental (Conserving Resources, Reducing Pollution, Conserving Biodiversity, Ecosystems and Landscapes)
In 1994, The World Travel and Tourism Council (WTTC), which owns 5% of Green Globe International, initiated the Green Globe program with the aim of providing guidance materials and support for industry members undertaking activities to achieve sustainability outcomes in the Agenda 21 target areas.
The program was expanded in 1999 with the introduction of the Green Globe Standard, developed with assistance from the Sustainable Tourism CRC and commencement of independent auditing.
The Green Globe brand is owned by Green Globe Ltd., a UK-based company and is licensed to Green Globe Certification and Green Globe Asia Pacific.
Green Globe Certification developed their own Green Globe Standard (criteria and indicators) as well as the web-based certification system. Certifications are delivered in 7 languages: English, German, French, Spanish, Portuguese, Dutch and Chinese. Green Globe accredited auditors and consultants deliver certification services in an additional 20 languages.
* Deklarasi Rio
27 Prinsip Deklarasi Rio
Prinsip 1
Manusia di tengah keprihatinan untuk pembangunan berkelanjutan. Mereka berhak untuk hidup sehat dan produktif selaras dengan alam.
Prinsip 2 Negara-negara memiliki, sesuai dengan Piagam PBB dan prinsip-prinsip hukum internasional, hak berdaulat untuk mengeksploitasi sumber daya mereka sendiri sesuai dengan kebijakan mereka sendiri lingkungan dan pembangunan, dan tanggung jawab untuk memastikan bahwa kegiatan di dalam yurisdiksinya atau kendalinya tidak menyebabkan kerusakan lingkungan Negara lain atau kawasan di luar batas yurisdiksi nasional.
Prinsip 3 Hak untuk pembangunan harus dipenuhi sehingga secara adil memenuhi kebutuhan pembangunan dan lingkungan dari generasi sekarang dan mendatang.
Prinsip 4 Dalam rangka mencapai pembangunan berkelanjutan, perlindungan lingkungan hidup merupakan bagian integral dari proses pembangunan dan tidak dapat dipertimbangkan dalam isolasi dari itu.
Prinsip 5 Semua Negara dan semua orang harus bekerjasama dalam tugas penting dari pemberantasan kemiskinan sebagai suatu kebutuhan yang sangat diperlukan untuk pembangunan berkelanjutan, dalam rangka mengurangi kesenjangan dalam standar hidup dan lebih memenuhi kebutuhan mayoritas masyarakat dunia.
Prinsip 6 Situasi khusus dan kebutuhan negara-negara berkembang, khususnya yang kurang berkembang dan mereka yang paling rentan lingkungan, harus diberikan prioritas khusus. Tindakan internasional di bidang lingkungan dan pembangunan juga harus mengatasi kepentingan dan kebutuhan dari semua negara.
Prinsip 7 Negara-negara harus bekerja sama dalam semangat kemitraan global untuk melestarikan, melindungi dan memulihkan kesehatan dan integritas ekosistem bumi. Mengingat kontribusi yang berbeda untuk degradasi lingkungan global, Amerika memiliki tanggung jawab bersama tetapi berbeda. Negara-negara maju mengakui tanggung jawab bahwa mereka menanggung dalam mengejar internasional pembangunan berkelanjutan dalam pandangan tekanan masyarakat tempat mereka pada lingkungan global dan teknologi dan sumber daya keuangan yang mereka perintah.
Prinsip 8 Untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dan kualitas hidup yang lebih bagi semua orang, negara harus mengurangi dan menghilangkan pola-pola yang tidak berkelanjutan dari produksi dan konsumsi dan mempromosikan kebijakan demografis yang sesuai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar